Inspirasinews.co - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang rencananya digelar 2 hingga 15 Oktober 2021 mendapat pertentangan dari Wakil Ketua KNPI Provinsi yang juga Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Bengkulu, Dedi Haryadi .
Ia menyatakan, pemerintah baiknya menunda penyelenggaran PON XX Papua lantaran khawatir dengan penularan COVID-19 yang hingga kini masih belum mereda.
"Pelaksanaan PON 2021 di Papua jangan di paksakan ditengah kondisi bangsa yang lagi sakit, baik sakit fisik maupun sakit secara finansial, kami berharap bapak Presiden untuk dapat Bijak dalam Memutuskan ini, Karena keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi". Ujar Dedi
Dedi menambahkan, Pelaksanaan PON tentunya akan menelan anggaran yang tinggi, lebih baik anggaran itu di alihkan untuk pemulihan prekonomian indonesia ini agar segera bangkit dari wabah. Senin (9/8/2021).
Dedi Haryadi yang juga Ketua Satgas Anti Narkoba Sekolah (SANS) Provinsi Bengkulu khawatir penyelenggaraan PON XX akan lahirkan klaster baru COVID-19 karena digelar di masa pandemi. Kalau itu terjadi, maka ini kontradiksi dengan upaya pemerintah mencegah penularan COVID-19 melalui kebijakan PPKM Level 4.
‘’Saya kira pemerintah harus konsisten. Jangan sampai hasil baik yang dicapai melalui kebijakan PPKM, dibuyarkan oleh penyelenggaraan PON XX di Papua. Ekonomi tidak bisa bangkit gara-gara PON juga. Kan sayang. Makanya, tunda sajalah. Lagian, event olahraga itu juga tidak bisa jadi sarana hiburan bagi masyarakat, karena tidak boleh nonton,’’ tegasnya.
Satu hal lagi yang membuat Dedi Haryadi Prihatin dengan penyelenggaraan PON XX di Papua, yakni 900 tenaga pelaksana berikut fasilitasnya didatangkan dari luar Papua. Ini sangat ironis. Masyarakat Papua hanya jadi penonton. Ini jelas akan menimbulkan kemarahan dan kekecewaan warga Papua yang mestinya sebagai tuan rumah yang menyelenggarakan even olahraga tersebut.
Seperti diketahui, Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan pesta olahraga nasional terbesar di Indonesia yang diselenggarakan empat tahun sekali dan diikuti oleh seluruh provinsi di Tanah Air. Penyelenggaraan PON berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

