Bengkulu, Inspirasinews.co.id – Sebanyak 40 peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar, dan pegiat seni mengikuti Speak Up Challenge yang digelar Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Bengkulu bekerja sama dengan Polda Bengkulu. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan masukan secara kreatif terhadap institusi kepolisian.
Mengusung tema "Polri untuk Masyarakat", perlombaan tersebut digelar di Atrium Bencoolen Mall, Kota Bengkulu, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Polri.
Berbagai bentuk ekspresi ditampilkan peserta melalui enam kategori lomba, yakni orasi, puisi, stand up comedy, monolog, pantomim, serta pertunjukan seni lainnya yang mengangkat tema pelayanan kepolisian dan hubungan Polri dengan masyarakat.
Ketua DPD IMM Bengkulu, Kelvin Aldo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Polda Bengkulu untuk membuka ruang dialog yang lebih terbuka antara masyarakat dan institusi kepolisian.
Menurut dia, Speak Up Challenge dirancang agar masyarakat dapat menyampaikan kritik dan saran secara konstruktif melalui pendekatan seni dan kreativitas.
"Kegiatan ini digelar untuk mengakomodasi kawan-kawan yang memiliki keresahan untuk perbaikan di tubuh Polri. Karena itu kami berkomunikasi dengan Polda Bengkulu, sekaligus dalam rangka HUT Polri, sehingga lahirlah perlombaan ini," kata Kelvin Aldo.
Ia menjelaskan setiap peserta diberi kebebasan memilih media ekspresi yang paling sesuai untuk menyampaikan gagasan maupun kritik.
Kategori orasi dan puisi menjadi salah satu yang paling diminati karena mampu menyampaikan pesan secara lugas. Sementara stand up comedy dan monolog menghadirkan kritik dengan pendekatan yang lebih ringan, sedangkan pantomim menarik perhatian pengunjung melalui penyampaian pesan tanpa dialog.
Menurut Kelvin, seluruh masukan yang muncul selama pelaksanaan kegiatan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi Polda Bengkulu dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Kami berharap kritik, saran, dan aspirasi yang disampaikan peserta tidak berhenti sebagai perlombaan, tetapi dapat menjadi masukan yang konstruktif untuk perbaikan pelayanan Polri ke depan," ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di pusat perbelanjaan tersebut juga menjadi sarana mempererat komunikasi antara masyarakat dan kepolisian dalam suasana yang lebih terbuka dan edukatif.
Melalui Speak Up Challenge, DPD IMM Bengkulu berharap budaya menyampaikan kritik secara santun, kreatif, dan bertanggung jawab dapat terus berkembang sehingga tercipta sinergi yang positif antara Polri dan masyarakat.

