LEBONG, Inspirasinews.co.id — Sosok Armen Machfudy kembali menjadi perhatian publik. Bukan karena kemewahan atau gaya hidup berlebihan, melainkan karena kesederhanaannya dalam menjalankan aktivitas sebagai pemimpin desa. Kepala Desa Manai Blau, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, tersebut terlihat membaur bersama masyarakat dalam berbagai kegiatan pembangunan desa.
Sikap tersebut dinilai mencerminkan sosok pemimpin yang hadir di tengah masyarakat, merasakan kehidupan sehari-hari warga, serta tidak menciptakan jarak antara pemerintah desa dan masyarakat. Bagi Armen, membangun desa bukan semata-mata menjalankan program pemerintahan, tetapi juga membutuhkan kebersamaan dan keterlibatan langsung masyarakat.
Selama dua periode menjabat sebagai Kepala Desa Manai Blau, Armen dikenal konsisten mendorong tata kelola pemerintahan desa yang tertib, produktif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Berbagai kebijakan dan pembangunan diarahkan untuk mendukung kebutuhan warga sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa.
Seorang tokoh masyarakat sekaligus pengamat politik yang enggan disebutkan namanya menilai Armen merupakan salah satu kepala desa yang memiliki perhatian terhadap perkembangan wilayahnya.
“Salah satu sosok yang mendapat perhatian adalah Armen Machfudy, Kepala Desa Manai Blau, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong. Sampai saat ini beliau masih menjabat. Hal tersebut terlihat dari perhatian terhadap infrastruktur, sosial, hingga pemanfaatan teknologi dalam skala desa,” ungkapnya.
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai kepemimpinannya, awak media menemui Armen Machfudy di kediamannya pada 19 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Armen menyampaikan prinsip yang selama ini menjadi pegangan dalam menjalankan amanah sebagai kepala desa.
“Pertama, berpegang teguh pada prinsip, jujur serta bertanggung jawab. Selama dua periode menjabat sebagai Kepala Desa Manai Blau, saya senantiasa konsisten menerapkan prinsip manajemen yang sederhana namun sangat penting, yaitu right man on the right place, menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat,” ujar Armen.
Menurutnya, keberhasilan pemerintahan desa tidak dapat dilakukan seorang diri. Dibutuhkan perangkat desa yang mampu bekerja sesuai bidang dan tanggung jawab masing-masing, serta adanya komunikasi dan sinergi dengan masyarakat.
Armen sendiri memiliki pengalaman organisasi yang cukup panjang. Ia tercatat sebagai Ketua DPC APDESI Kabupaten Lebong sekaligus pengurus DPD APDESI Provinsi Bengkulu sebagai Wakil Ketua sejak 2022 hingga sekarang.
Sebelumnya, ia juga pernah aktif dalam berbagai organisasi, di antaranya sebagai Ketua Perhimpunan Himapala Panjat Tebing Jawa Barat, Ketua Perkumpulan Teknik Mesin se-Jawa Barat, Ketua Pengurus Perkumpulan Mahasiswa Raflesia Bandung, serta Wakil Ketua DPD PAN se-Kabupaten Lebong pada 2008. Pengalaman organisasi juga telah dimilikinya sejak menjadi Ketua OSIS di tingkat SMP hingga SMA di Rejang Lebong.
Di bidang pemerintahan, Armen saat ini dipercaya sebagai Kepala Desa Manai Blau dan telah menjalankan dua periode kepemimpinan.
Dalam menjalankan tugasnya, Armen juga fokus mengawal serta menyampaikan aspirasi terkait tata kelola pemerintahan desa dan hak-hak perangkat desa. Ia berkomitmen memaksimalkan pengabdian dan meningkatkan pelayanan masyarakat seiring dengan adanya penambahan masa jabatan kepala desa.
Selain itu, Armen terus mendorong sinergi antara pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Lebong dalam menjalankan program pembangunan yang berkelanjutan. Ia juga aktif menyuarakan aspirasi para kepala desa, termasuk mengawal implementasi perpanjangan masa jabatan kepala desa hingga terlaksananya pemilihan kepala desa.
Bagi Armen, kepemimpinan pada akhirnya bukan tentang seberapa jauh seorang pemimpin berada di atas masyarakat, tetapi seberapa dekat ia mampu hadir, mendengar, dan bekerja bersama masyarakat. Kesederhanaan dalam keseharian pun menjadi bagian dari cara dirinya membangun kepercayaan warga.
Langkah tersebut sederhana, namun memiliki makna besar: bahwa kepemimpinan sejati membutuhkan kedekatan, kepedulian, kejujuran, tanggung jawab, dan kebersamaan dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan. (Erwin)

