Bengkulu, Inspirasinews.co.id – Rencana eksploitasi tambang emas di Bukit Sanggul, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, menuai polemik di tengah masyarakat.
PCI Universitas Bengkulu secara tegas menyatakan penolakan terhadap aktivitas pertambangan di kawasan tersebut dan mendesak Gubernur Bengkulu Helmi Hasan untuk tidak menerbitkan izin penggunaan kawasan hutan, serta mengembalikan status Bukit Sanggul sebagai hutan lindung.
Dalam pernyataan resminya, PCI Universitas Bengkulu menilai bahwa masa depan lebih berharga dari emas. Menurut mereka, Bengkulu memiliki cadangan potensi emas yang lebih besar dan tersebar di tiga wilayah lain yakni Ulu Alas, Ulu Talo, dan Lubuk Resam.
"Potensi emas di Bengkulu sangat besar, namun eksploitasi harus memperhatikan kelestarian lingkungan. Bukit Sanggul harus dilindungi, bukan dieksploitasi," tegas perwakilan PCI Universitas Bengkulu.
Menanggapi sorotan publik, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memastikan bahwa hingga kini, belum ada izin pertambangan yang diberikan oleh Pemprov Bengkulu terkait kawasan Bukit Sanggul. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah masih dalam tahap kajian dan dialog publik.
"Kami belum mengeluarkan persetujuan apa pun. Banyak masukan yang masuk, baik yang pro maupun kontra. Oleh karena itu, keputusan tidak akan diambil secara terburu-buru," ujar Helmi Hasan dalam keterangan persnya.
Helmi juga mencontohkan model kerja sama tambang di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, di mana pemerintah daerah mendapat keuntungan hingga Rp1 triliun per tahun dari saham tambang. Namun ia menegaskan bahwa pendekatan tersebut belum tentu cocok diterapkan di Bengkulu.
"Kami akan mendengar pandangan masyarakat, akademisi, DPRD, dan pemerhati lingkungan. Pemerintah provinsi tidak akan mengambil langkah yang bertentangan dengan aspirasi rakyat," tandasnya.
Pemerintah Provinsi Bengkulu menyatakan komitmennya untuk menempatkan aspirasi masyarakat sebagai dasar pengambilan keputusan. Isu keberlanjutan dan kelestarian lingkungan akan menjadi perhatian utama, sebelum izin pertambangan diberikan.
Dengan berkembangnya wacana ini, masyarakat sipil, kampus, serta berbagai organisasi lingkungan terus memantau dinamika kebijakan pemerintah agar kelestarian kawasan hutan Bukit Sanggul tetap terjaga demi generasi mendatang.
Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © INSPIRASINEWS 2025

