Bengkulu, Inspirasinews.co.id – Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Bengkulu, Habib Bukari, menyatakan dukungan terhadap posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai institusi negara yang berada di bawah Presiden Republik Indonesia. Sikap tersebut dinilai sejalan dengan ketentuan konstitusi dan penting untuk menjaga stabilitas nasional.
Habib Bukari mengatakan, kejelasan posisi Polri dalam sistem ketatanegaraan perlu dipahami secara utuh oleh masyarakat, khususnya generasi muda dan mahasiswa, agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di ruang publik.
“PMII Kota Bengkulu mendukung Polri tetap berada di bawah Presiden Republik Indonesia sesuai amanat konstitusi. Kejelasan ini penting agar Polri tetap netral, profesional, dan fokus menjalankan tugas menjaga keamanan serta penegakan hukum,” kata Habib Bukari di Bengkulu, Selasa.
Menurut dia, stabilitas keamanan dan ketertiban merupakan prasyarat penting bagi tumbuhnya demokrasi yang sehat, termasuk bagi aktivitas mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.
Habib menilai, dinamika informasi di era digital menuntut peran aktif media dan organisasi kemahasiswaan untuk menjaga nalar publik tetap jernih dengan menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang.
“Mahasiswa harus bersikap kritis, tetapi tetap berpijak pada konstitusi dan kepentingan nasional. Dukungan terhadap Polri tidak meniadakan fungsi kontrol, justru memperkuat sinergi dalam menjaga keutuhan negara,” ujarnya.
Ia menambahkan, PMII sebagai organisasi kaderisasi berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan, demokrasi, dan supremasi hukum kepada anggotanya, sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di daerah.
Dengan sinergi antara Polri, media, dan elemen mahasiswa, Habib berharap kehidupan demokrasi dan stabilitas nasional dapat terus terjaga secara berkelanjutan.

