Jakarta, Inspirasinews.co.id – Mimisan tiba-tiba pada remaja kerap disebabkan oleh kondisi lingkungan dan faktor kesehatan tertentu, seperti udara kering, alergi, hingga infeksi saluran pernapasan atas. Meski umumnya tidak berbahaya dan bisa sembuh sendiri, mimisan yang berlangsung lama atau berulang perlu mendapat penanganan medis segera.
Mimisan atau epistaksis terjadi ketika pembuluh darah halus di rongga hidung pecah dan menyebabkan keluarnya darah. “Bagian dalam hidung sangat rentan karena pembuluh darahnya dekat dengan permukaan jaringan mukosa, sehingga mudah pecah jika terpapar faktor fisik maupun lingkungan,” ujar dr. Rina Astuti, spesialis THT-KL dari Rumah Sakit Jakarta Medika.
Penyebab Mimisan Tiba-tiba pada Remaja
-
Udara kering
Udara kering menimbulkan kekeringan pada lapisan lendir hidung sehingga pembuluh darah rapuh dan mudah pecah. “Remaja yang sering berada di ruangan ber-AC lama atau berada di lingkungan beriklim panas dan kelembapan rendah sangat rentan mimisan,” terang dr. Rina. -
Alergi
Rinitis alergi menyebabkan hidung gatal dan tersumbat. Kebiasaan menggosok atau membuang ingus terlalu keras bisa merusak pembuluh darah halus di hidung sehingga menimbulkan mimisan. -
Infeksi saluran pernapasan atas
Infeksi ini memicu peradangan dan membuat pembuluh darah di hidung lebih sensitif. Bersin dan sering membuang ingus juga meningkatkan risiko mimisan. -
Penggunaan semprotan hidung berlebihan
Semprotan hidung seperti antihistamin dan dekongestan bila digunakan secara berlebihan dapat membuat mukosa hidung kering dan iritasi, sehingga memicu pecah pembuluh darah. -
Angiofibroma juvenil
Tumor jinak ini umumnya menyerang remaja laki-laki dan menyebabkan mimisan berulang. “Meski jarang, angiofibroma harus segera ditangani karena bisa menyebabkan kerusakan jaringan,” kata dr. Rina.
Cara Mengatasi Mimisan Tiba-tiba pada Remaja
Untuk menghentikan mimisan, tetaplah tenang dan bernapaslah lewat mulut. Duduk dengan posisi tegak dan condongkan badan sedikit ke depan agar darah tidak mengalir ke tenggorokan. Tekan bagian lunak hidung menggunakan ibu jari dan telunjuk selama 5-10 menit, atau gunakan kain kasa bersih sebagai penahan.
“Jika pendarahan tidak berhenti dalam 20 menit, segera cari bantuan medis,” kata dr. Rina. Selain itu, hindari aktivitas berat selama 24 jam untuk mencegah mimisan kembali.
Konsultasi dokter secara online juga bisa menjadi solusi cepat untuk memperoleh saran pertolongan pertama, misalnya melalui layanan Chat Bersama Dokter.
Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © INSPIRASINEWS 2025

