Kekeliruan Penginputan Dilakukan Oleh Kemenkes Pusat

  • https://vpsforexindonesia.com/
  • https://vpsforexindonesia.com/
.

Inspirasinews.co -  Dalam keadaan yang tidak menentu saat ini, dimana covid masih dengan gagahnya menguasai provinsi Bengkulu, beberapa permasalahan ikut terjadi.

Kabar terbaru yang terjadi adalah pemkab lebong merasa dirugikan dengan adanya rilis pusat yang tidak memasukkan kabupaten tersebut di dalam zona hijau, padahal segala upaya sudah dilakukan,, seperti dilansir dari media http://pedomanbengkulu.com/2020/06/pemkab-lebong-ancam-tuntut-gugus-tugas-covid-19-provinsi-bengkulu/, disebutkan bahwa Bupati Lebong H Rosjonsyah tidak bisa menyembunyikan kekesalannya, dan Pemkab Lebong sudah terlanjur kecewa dan mengancam jika gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Provinsi Bengkulu tidak melakukan klarifikasi skala nasional, Pemkab Lebong berencana membawa kasus salah input data tersebut ke ranah hukum. Karena kesalahan data tersebut secara tidak langsung, tidak menghargai kinerja petugas Posko perbatasan Covid-19 dan semua pihak elemen masyarakat yang terlibat selama ini menjaga Kabupaten Lebong tetap dalam zona hijau.

Rosjonsyah, selaku ketua gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Lebong, merasa sangat kecewa terkait insiden salah input data tersebut. Ia meminta data terkait covid-19 untuk tidak terkesan adanya main-main, apalagi sampai ditutup-tutupi. Jangan sampai isu miring soal data Covid-19 terkesan dipolitisasi, karena ini menyangkut kepentingan masyarakat dan sebagai langkah antisipasi terkait status suatu daerah.

Selaku juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu, Jaduliwan memberikan klarifikasinya.

“Klarifikasi yang disampaikan oleh kepala dinas kesehatan beberapa waktu lalu sudah jelas bahwa kekeliruan penginputan itu dilakukan oleh Kemenkes di pusat, soal data yang disampaikan oleh Provinsi sesuai dengan data riil yang sudah ada, saya berharap ini tidak berlarut-larut kekeliruan ini, yang menjadi permasalahan ini dalam menangani konflik, dan kita konsentrasi dalam melakukan pelayanan publik. Dan kita sekarang kita fokus bagaimana agar bisa memberikan pelayanan secara maksimal di Provinsi Bengkulu” ungkap Jaduliwan.

Dan, tambah Jaduliwan, kita lihat bagaimana perkembangan lebih lanjut dan nantikan ada proses – prosesnya, yang akan kita sampaikan adalah kita punya sekretariat, kita punya struktur yang ada di gugus, kita lihat bagaimana Perkembangan, dan dalam prosesnya, kita tunggu saja dan harapan saya ini tidak berlarut dan terjadi sejauh mungkin dan kita fokus dalam pelayanan covid, itu saja. (Frd/AMBO)

Article Type