Pimpinan Wilayah Fatayat NU Bersama MPR-RI Gelar Sosialisasi Kebangsaan

  • https://vpsforexindonesia.com/
  • https://vpsforexindonesia.com/
.

Inspirasinews.co - Membangun kesepahaman dan upaya pencegahan radikal terorisme dengan melibatkan organisasi agama dan kelompok perempuan juga upaya yang MPR-RI tempuh guna penanggulangan terorisme yang menyeluruh di tiap lini. Karenanya, MPR-RI hadir dalam Sosialisasi Kebangsaan. Spiritualitas Islam dan Semangat Kebangsaan sebagai Kunci Kedamaian NKRI yang digelar Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama Bengkulu.

Bertempat di Sekretariat Fatayat Nahdatul Ulama Betungan Kota Bengkulu Sosialisasi digelar pada Sabtu 4 Juni 2022  Jam 10 pagi. Acara ini dihadiri pengurus Fatayat NU Provinsi Bengkulu.

.

Dalam pemaparannya Wakil Ketua PW Fatayat NU, El Wardani mengatakan, Fatayat Nahdlatul ‘Ulama adalah sebuah organisasi pemudi (wanita muda) Islam, merupakan salah satu lembaga otonom di lingkungan Nahdlatul ‘Ulama. Didirikan di Surabaya 24 April 1950 M, anggotanya sebagai dai’ah-dai’ah yang berada di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan kesejukan beragama dan bermasyarakat ditengah gelombang virus radikal intoleran. ulama telah lama berperan andil dalam memerdekakan dan menjaga kemerdekaan hingga saat ini terus menyuarakan semangat kebangsaan. Upaya-upaya yang dijalankan ke depannya dapat menjaga masyarakat agar tidak mudah terpengaruh paham yang tidak sejalan 4 konsensus bangsa. Ujar Wardani

Wardani menambahkan, dalam hal ini tentunya kami mengapresiasi kegiatan Sosialisasi kebangsaan ini, terimaksih kepada Ibu Eni Khairani M.Si. Hari ini sosialisasi dilakukan di Fatayat Nu, harapan kami sosialisasi ini dapat dilakukan dengan baik. Karena sudah banyak sekali perubahan yang ada dalam ketatanegaraan kita. Harapan kami sosialiasi ini terus didenungkan ditengah tengah masyarakat.

.

Anggota MPR-RI Eni Khairani M.Si memaparkan “Dengan sosialisasi ini kami berharap kepada Fatayat NU agar program yang telah direncanakan bisa mengajak seluruh elemen bangsa untuk kita bersatu bersama membangun Indonesia negeri Darussalam. Dari pengalaman kita diperlukan dai’ah, ustadzah lebih banyak figur ulama yang mengedepankan Islam moderat, ini sumbangsih kita kepada negara Indonesia,” kata Eni

Eni menambahkan, "Upaya tersebut diharapkan dapat menjadi teladan dan gambaran umat Islam yang dapat hidup rukun antar umat beragama lainnya, membawa kesejukan dan keyakinan dapat terwujudnya keberagaman di Indonesia. Betapa penting kita semua meningkatkan kapasitas diri baik pengurus dan semua anggota Fatayat yang ada di Provinsi Bengkulu, kapasitas diri tersebut adalah ruhnya terletak di pengkaderan. Kader Muslimat NU berada di tangan Fatayat NU, untuk itu bisa mewakafkan diri untuk NU, bangsa dan Negara. Mars Fatayat sangat mulia sekali dimana kita dituntut untuk cerdas, jujur dan berahlak mulia. Untuk menjalankan organisasi perlu menjalankan bidang bidang yang ada di Fatayat. Meskipun banyak isu isu yang menerjang kita alhamdulilah masih bisa bertahan dengan iman sebagai pondasi gerakan.

.

Disisi lain Usman Yasin selaku Staf Ahli DPD RI mengatakan, "Kebinekaan bukan tanpa tantangan, ada dua fakor utama yaitu fakor eksternal dan factor internal. Factor eksternal penghambat kebinekan adalah politik internasional yang menyatakan bahwa dunia adalah anarki, yang kuat akan menang yang lemah akan kalah. Fator Internal yaitu Indonesia di dominasi masyarakat kelas bawah yang sangat rawan konfik sosial". Pungkas Usman (**)

Category
Article Type