Inspirasinews.co.id - Permasalahan Stunting dan gizi buruk pada bayi dan anak menjadi permasalahan prioritas nasional yang perlu ditangani bersama antara pemerintah, swasta dan masyarakat
Penyuluh sosial memilki peran dalam penyampaian informasi dan edukasi bahaya Stunting kepada Stakeholder masyarakat sehingga mampu menjadi inisiator penggerak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pencegahan dan penanganan Bahaya Stunting.
Untuk informasi pada tahun 2019 sebelum pandemic mencatat sebanyak 6,3 juta balita dari populasi 23 juta balita di Indonesia. Angka stunting Indonesia berada di urutan ke-4 dunia dan peringkat kedua dikawasan Asia Tenggara.
Menurut standar WHO, batas maksimal toleransi angka stunting yaitu di angka 20 persen atau seperlima dari jumlah total anak balita yang sedang tumbuh, sedangkan indonesia masih berada di angka 27,67 persen.
Untuk mendukung pencegahan dampak dan resiko stunting pada, bayi, anak-anak, anak remaja dan ibu hamil, maka pemdes Kutai Donok kecamatan Lebong Selatan melaksanakan kegiatan Penyuluhan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Stunting. Senin, (25/3/2024).

Menurut Kepala Desa Kutai Donok Viki Anury, "Partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Kesejahteraan sosial akan terbentuk ketika masyarakat telah memiliki rasa kepedulian, empati, gotong royong dan swadaya sosial".
“Partisipasi sosial dalam pencegahan dampak dan resiko stunting pada anak perlu dilakukan pada basis terkecil yaitu di lingkungan Desa/Kelurahan, atau Dusun,” kata Viki
"Peningkatan kapasitas menjadi sangat penting diberikan kepada para stakeholder kelembagaan lokal yang ada sebagai wujud transfer knowledge, value dan skill sehingga bisa menyampaikan dan mempengaruhi masyarakat untuk bersama-sama berpartisipasi dalam Pencegahan Resiko dan Dampak Stunting Pada anak". Ujar Viki
Di kesempatan yang sama perwakilan Puskesmas Kecamatan Lebong Selatan menyampaikan "Bahwa kegiatan ini dimaksudkan sebagai penguatan media penyuluhan sosial dalam upaya Pencegahan Dampak dan Resiko Stunting Pada Anak Balita".
Tujuan penyuluhan ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya asupan gizi serta upaya pencegahan stunting di kalangan remaja. Penyuluhan ini penting untuk menyadarkan generasi berencana akan pentingnya asupan gizi sehari-hari. Hal ini tidak hanya untuk kesehatan fisik, tetapi juga untuk memaksimalkan kemampuan dalam menyerap setiap pembelajaran yang diberikan oleh tenaga pengajar. Selain itu, disampaikan juga pentingnya minum obat cacing dua kali dalam setahun untuk mencegah stunting yang dapat menghambat pertumbuhan otak.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Perwakilan kecamatan Lebong Selatan, kepala desa Kutai Donok besarta staf, ketua BPD beserta anggota, perwakilan Puskesmas, Babinsa, babinkamtibmas, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

