Inspirasinews.co.id – Merokok di dalam rumah terbukti menimbulkan risiko kesehatan yang serius, tidak hanya bagi perokok aktif, tetapi juga seluruh anggota keluarga. Paparan asap rokok yang mengendap di udara, permukaan dinding, pakaian, hingga perabotan rumah tangga dapat menjadi sumber racun berbahaya bagi anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Kepala Subdirektorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Erna Mulati, mengatakan bahwa merokok di dalam rumah merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya kasus pernapasan pada anak dan orang tua.
“Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 zat kimia, 70 di antaranya bersifat karsinogenik. Paparan asap ini tidak hanya terjadi saat merokok, tetapi juga bertahan di dalam rumah dalam bentuk thirdhand smoke,” jelas Erna, Senin (23/6/2025).
Bahaya Merokok di Dalam Rumah Bagi Keluarga
Berikut beberapa dampak kesehatan akibat kebiasaan merokok di dalam rumah:
-
Meningkatkan Risiko Penyakit pada Perokok Pasif
Anggota keluarga yang terpapar asap rokok rentan terkena penyakit seperti:-
Asma, bronkitis, dan pneumonia
-
Kanker paru-paru
-
Penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah
-
-
Gangguan Serius pada Anak dan Bayi
Anak-anak sangat sensitif terhadap asap rokok dan berisiko mengalami:-
Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)
-
Infeksi saluran napas atas (ISPA)
-
Gangguan tumbuh kembang
-
-
Paparan Thirdhand Smoke
Zat kimia sisa rokok dapat menempel dan mengendap di permukaan rumah, sehingga tetap membahayakan meski asap sudah tidak terlihat. Anak-anak dan balita paling rentan karena sering menyentuh atau menjilat benda-benda di rumah. -
Memperparah Penyakit Kronis
Paparan asap rokok dapat memperburuk kondisi penderita asma, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik), dan jantung. -
Potensi Kebakaran Rumah
Merokok sembarangan di dalam rumah meningkatkan risiko kebakaran, terutama akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan.
Langkah Pencegahan
Untuk menciptakan lingkungan rumah yang lebih sehat dan bebas asap rokok, pemerintah dan pakar kesehatan menyarankan beberapa langkah berikut:
-
Hindari merokok di dalam rumah.
-
Sediakan area khusus di luar rumah bagi perokok.
-
Bersihkan rumah secara rutin, termasuk permukaan dan kain-kain seperti gorden dan karpet.
-
Pasang pengingat "Dilarang Merokok" di dalam rumah.
-
Edukasi keluarga, terutama anak-anak, mengenai bahaya rokok.
-
Ganti pakaian dan cuci tangan setelah merokok untuk mencegah paparan thirdhand smoke.
“Jika ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala pernapasan kronis, segera periksakan ke fasilitas kesehatan. Paparan asap rokok dapat mempercepat kerusakan paru dan menurunkan daya tahan tubuh,” pungkas dr. Erna.
Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © INSPIRASINEWS 2025

