Inspirasinews.co.id – Spider vein, atau dalam istilah medis dikenal sebagai telangiektasis, merupakan pembuluh darah kecil yang melebar dan tampak dari permukaan kulit, menyerupai jaring laba-laba berwarna merah, biru, atau ungu. Meski kondisi ini tidak berbahaya secara medis, spider vein kerap menimbulkan ketidaknyamanan secara estetika dan menjadi perhatian banyak orang, khususnya perempuan.
“Spider vein umumnya muncul di wajah, paha, pergelangan kaki, dan betis. Meskipun jarang menimbulkan gejala nyeri, pada beberapa kasus pasien mengeluhkan sensasi gatal, kram, atau rasa tidak nyaman di area yang terkena,” jelas dr. Riani Paramita, SpDV, saat diwawancarai di Jakarta, Sabtu (7/6/2025).
Perbedaan Spider Vein dan Varises
Banyak orang keliru membedakan spider vein dengan varises. Menurut dr. Riani, varises cenderung berukuran lebih besar dan menonjol dari permukaan kulit, sedangkan spider vein bersifat lebih halus dan datar. Namun, keduanya memiliki penyebab dan faktor risiko yang mirip.
Faktor Risiko Spider Vein
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko munculnya spider vein antara lain:
-
Perubahan hormonal – Perubahan hormon pada wanita, baik saat kehamilan, PMS, maupun penggunaan kontrasepsi hormonal, dapat memicu pelebaran pembuluh darah.
-
Paparan sinar matahari – Terutama pada wajah, sinar UV bisa merusak kulit dan dinding pembuluh darah, mempercepat munculnya spider vein.
-
Merokok – Kandungan dalam rokok menyempitkan pembuluh darah dan mengganggu sirkulasi.
-
Berdiri atau duduk terlalu lama – Gaya hidup pasif menghambat aliran darah, terutama di kaki.
-
Faktor genetik – Jika memiliki riwayat keluarga dengan spider vein atau varises, risiko Anda juga meningkat.
-
Obesitas – Berat badan berlebih memberi tekanan ekstra pada pembuluh darah kaki.
Solusi Medis untuk Spider Vein
“Perawatan spider vein dapat disesuaikan dengan lokasi dan keparahan. Yang paling penting, konsultasi dengan dokter diperlukan agar penanganannya tepat,” tegas dr. Riani.
Berikut beberapa metode yang umum digunakan:
-
Stocking kompresi: Membantu melancarkan aliran darah dan mencegah pelebaran pembuluh darah lebih lanjut.
-
Skleroterapi: Menyuntikkan zat kimia ke dalam spider vein untuk menutup pembuluh darah tersebut.
-
Terapi laser: Umumnya digunakan untuk spider vein di wajah, dengan memanfaatkan energi cahaya untuk menghancurkan pembuluh darah yang rusak.
Selain pengobatan, langkah pencegahan seperti menjaga berat badan ideal, menghindari duduk/berdiri terlalu lama, serta rajin berolahraga seperti jalan kaki, sangat dianjurkan untuk menghindari kekambuhan.
“Jika spider vein tampak membengkak, merah, atau terasa nyeri, segera konsultasikan ke dokter. Ini bisa jadi pertanda adanya peradangan atau komplikasi lanjutan,” pungkas dr. Riani.
Konsultasi lebih lanjut bisa dilakukan secara langsung atau melalui layanan kesehatan daring seperti Chat Bersama Dokter untuk mendapat diagnosis awal dan saran penanganan yang akurat.

