Kampus UMB Kerjasam Dengan MPR-RI Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

  • https://vpsforexindonesia.com/
  • https://vpsforexindonesia.com/
.

Bengkulu, Inspirasinews.co - Bertempat di Kampus Universitas Muhammadiyah Bengkulu kerjasama dengan MPR RI menggelar sosialisasi empat (4) pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang di hadiri Anggota DPD RI Eni Khairani M.Si. serta 160 Orang Mahasiswa UMB. Selasa (21/2/2023)

Wakil Rektor 3 Surohim,S.Ag,  M.S.I dalam sambutan nya mengatakan, sosialisasi empat pilar pada lingkungan perguruan tinggi, dapat dinilai sebagai langkah yang paling tepat karena perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan merupakan lokus sekaligus institusi yang paling strategis dalam melakukan rekayasa sosial, dibandingkan pranata sosial lainnya. “Sektor pendidikan adalah medium yang menentukan suatu kondisi masyarakat baik pada masa sekarang maupun di masa yang akan datang” ungkap Surohim

Dengan demikian sambung Surohim. Empat pilar tersebut dapat dijaga resonansinya baik di dalam lingkup akademik sehingga terwujud pergumulan wacana penguatan dasar kebangsaan. Juga diluar lingkungan akademik melalui kanal pengabdian masyarakat yang telah diamanahkan pada Tri Dharma perguruan tinggi. Dengan demikian, perlu upaya nyata untuk meneguhkan dan menegakkan kembali pilar kebangsaan sehingga dapat menyamakan persepsi kepada seluruh rakyat Indonesia mengenai Pokok-Pokok Haluan Negara. Pancasila yang tidak hanya dihafal, melainkan lebih dari itu, yaitu merupakan sistem nilai yang dapat dihayati dan dipraktikan serta disebarluaskan sebagai nilai kebangsaan. Harapannya, tercipta suatu tatanan masyarakat yang memiliki resonansi semangat yang sama, dan komitmen kebangsaan yang kuat. Ujar Surohim

.

Disisi lain Anggota DPD RI Eni Khairani M.Si dalam paparannya menegaskan bahwa pemahaman kebangsaan penting bagi mahasiswa untuk menangkal paham radikalisme. Mahaiswa sebagai agen of change diharapkan mampu memberikan perubahan yang signifikan bagi kemajuan bangsa dan negara. Tegas Eni

Eni melanjutkan, Kita harus bersyukur memiliki 4 pilar kebangsaan. 4 pilar ini harus ada dalam urat nadi berbangsa dan bernegara serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 2045 Indonesia memiliki posisi strategis namun kita harus selalu guyup dan rukun. UUD 1945 harus dirawat dan dijaga. Mahasiswa sebagai pemimpin masa depan harus menjadi agent of change dan agen pembaharuan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik”, pungkasnya. Kata Eni

Selain itu kata Eni.  Bahwa sosialisasi empat pilar yang terdiri dari Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI dimaksudkan untuk mengingatkan kembali kepada seluruh komponen bangsa agar pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa danbernegara terus dijalankan dengan tetap mengacu kepada tujuan negara yang dicita-citakan, serta bersatupadu mengisi pembangunan, agar bangsa ini dapat lebih maju dan sejahtera. Empat pilar dari konsepsi kenegaraan Indonesia tersebut merupakan prasyarat minimal, di samping pilar-pilar lain bagi bangsa ini untuk bisa berdiri kokoh dan meraih kemajuan berlandaskan karakter kepribadian bangsa Indonesia sendiri. Setiap penyelenggara negara dan segenap warga negara Indonesia harus memiliki keyakinan bahwa itulah prinsip-prinsip moral keindonesiaan yang memandu tercapainya perikehidupan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Papar Eni

Disamping itu lanjut Eni. Bahwa potret Pancasila di jalur pendidikan adalah melakukan revolusi karakter bangsa dengan cara membangun pendidikan kewarganegaraan (sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi pekerti), penataan kembali kurikulum pendidikan nasional, mengevaluasi model penyeragaman dalam sistem pendidikan nasional, jaminan hidup yang memadai bagi para guru khususnya di daerah terpencil serta memperbesar akses warga miskin untuk mendapatkan pendidikan. “Sedangkan tantangan ber-Pancasila di jalur pendidikan adalah radikalisasi versus moderasi, toleransi versus eksklusivisme, profesionalisme versus gotong royong, monopoli interpretasi serta politik pendidikan dan cetak biru pendidikan nasional” tutup Eni. (Au)

Category
Article Type