Bengkulu Utara, Inspirasinews.co.id – Forum Masyarakat Rejang Kecamatan Padang Jaya mengajak masyarakat di Kabupaten Bengkulu Utara untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran paham radikalisme dan intoleransi yang dapat mengganggu kerukunan serta stabilitas kehidupan bermasyarakat.
Tokoh Forum Masyarakat Rejang Kecamatan Padang Jaya, Hakim, mengatakan seluruh elemen masyarakat perlu bersama-sama menjaga persatuan serta menolak keberadaan kelompok atau individu yang menyebarkan ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila.
“Kami mengajak masyarakat Bengkulu Utara, khususnya di Kecamatan Padang Jaya, untuk menolak segala bentuk paham radikalisme dan intoleransi. Persatuan dan kerukunan masyarakat harus tetap dijaga,” kata Hakim di Bengkulu Utara, Sabtu (28/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa masyarakat perlu lebih waspada terhadap aktivitas kelompok tertentu yang diduga masih melakukan pertemuan internal secara tertutup dengan dalih kegiatan keagamaan.
Menurut dia, kegiatan tersebut kerap dikemas dalam bentuk kajian keagamaan biasa sehingga tidak menimbulkan kecurigaan dari masyarakat sekitar.
“Masyarakat harus lebih selektif dalam mengikuti kegiatan yang mengatasnamakan kajian agama. Jika ada aktivitas yang mencurigakan, sebaiknya segera dilaporkan kepada aparat desa atau pihak berwenang,” ujarnya.
Hakim menambahkan bahwa sebagian kelompok tersebut disebut-sebut merupakan mantan pengikut organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dibubarkan pemerintah. Meski demikian, sebagian dari mereka diduga masih melakukan aktivitas penyebaran ideologi secara terselubung.
Sebagaimana diketahui, Hizbut Tahrir Indonesia resmi dibubarkan pemerintah pada 19 Juli 2017 melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 karena ideologi khilafah yang diusung organisasi tersebut dinilai bertentangan dengan ideologi negara, yakni Pancasila.
Hakim menegaskan bahwa masyarakat Bengkulu Utara harus tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan, toleransi, serta memperkuat persatuan agar tidak mudah terpengaruh oleh ideologi yang dapat memecah belah bangsa.
“Kami berharap masyarakat tetap menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing,” kata dia.

