LEBONG, Inspirasinews.co.id – Di tengah kebijakan pemangkasan Dana Desa yang mencapai 70 persen pada tahun anggaran 2026, Pemerintah Desa Bioa Sengok, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, justru menunjukkan optimisme dan kesiapan dalam menjalankan agenda pembangunan desa. Desa yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Lebong dan Rejang Lebong itu menjadi desa pertama di Kecamatan Rimbo Pengadang yang menggelar Musyawarah Pra Pelaksanaan Kegiatan Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Bioa Sengok pada Kamis pagi (7/5/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Definitif Bioa Sengok, Kamarudin, S.Sos, dan dihadiri Camat Rimbo Pengadang, unsur TNI-Polri, pendamping desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kamarudin menyampaikan rasa syukur atas kekompakan dan semangat seluruh jajaran pemerintah desa yang tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan keterbatasan anggaran.

“Alhamdulillah, Pemerintah Desa Bioa Sengok masih tetap solid dan memiliki semangat yang sama untuk memulai seluruh rangkaian pembangunan desa tahun anggaran 2026. Ini menjadi modal penting bagi kami untuk terus bekerja dan melayani masyarakat,” ujar Kamarudin.
Menurutnya, pemangkasan Dana Desa yang cukup signifikan tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan maupun mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, pemerintah desa dituntut lebih cermat dalam menyusun perencanaan agar setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata.
“Kondisi anggaran yang berkurang menuntut kami untuk bekerja lebih efektif dan efisien. Pembangunan harus tepat guna, tepat sasaran, serta memiliki dampak yang langsung dirasakan masyarakat. Perencanaan yang matang menjadi kunci agar setiap rupiah anggaran menghasilkan output dan manfaat yang maksimal,” tegasnya.

Kamarudin juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pembangunan desa. Ia berharap seluruh elemen masyarakat memiliki rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap berbagai aset yang telah dibangun menggunakan anggaran negara.
“Kami berharap kesadaran, kekompakan, dan rasa memiliki tumbuh di tengah masyarakat. Semua aset desa yang telah dibangun harus dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang dan menjadi modal pembangunan untuk generasi berikutnya,” katanya.
Sementara itu, Camat Rimbo Pengadang, Adnan Hori, S.Pd, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Bioa Sengok yang dinilai cepat bergerak dan mampu menjadi pelopor dalam memulai tahapan pembangunan desa tahun anggaran 2026 di wilayahnya.
“Bioa Sengok menjadi desa pertama di Kecamatan Rimbo Pengadang yang berhasil melaksanakan Musyawarah Pra Pelaksanaan Kegiatan tahun 2026. Ini menunjukkan kesiapan pemerintah desa dalam menjalankan program pembangunan meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan,” ungkap Adnan.
Ia berharap seluruh tahapan pembangunan yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai aturan, transparan, dan membawa dampak positif bagi masyarakat.
“Semoga seluruh proses pembangunan di Desa Bioa Sengok berjalan lancar. Apa yang telah dimusyawarahkan hari ini dapat diwujudkan dengan baik, membawa keberkahan, serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.
Musyawarah Pra Pelaksanaan ini menjadi langkah awal yang penting dalam memastikan seluruh program pembangunan desa berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Di tengah keterbatasan anggaran, Desa Bioa Sengok menunjukkan bahwa komitmen, perencanaan yang matang, dan kebersamaan menjadi kekuatan utama untuk terus mendorong pembangunan demi kesejahteraan masyarakat. (Erwin)

