Bawaslu Bengkulu Tengah Gelar Deklarasi Anti Politik Uang

  • https://vpsforexindonesia.com/
  • https://vpsforexindonesia.com/
.

Inspirasinews.co.id - Pada suatu hari yang cerah di bulan Juli, desa Dusun Baru I di Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah dipenuhi dengan semangat dan harapan baru. Suasana meriah menyambut acara yang sangat dinanti-nanti: Deklarasi Desa Anti Politik Uang (APU) yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) Kabupaten Bengkulu Tengah. Selasa (16/7/2024)

Sekretaris Daerah Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., menjadi salah satu tokoh kunci dalam acara tersebut. Dengan penuh percaya diri, ia melangkah memasuki lapangan yang telah didekorasi dengan bendera dan spanduk yang menandakan dukungan terhadap gerakan anti politik uang. Rachmat membawa misi penting untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya praktik politik uang yang dapat merusak integritas demokrasi.

.

Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu, Fahamsyah, S.Pd.I. Dalam pidatonya, Fahamsyah menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kejujuran dan keadilan dalam pemilu. "Politik uang hanya akan menciptakan pemimpin yang tidak bertanggung jawab. Mari kita bersama-sama menjaga suara kita agar tetap bersih dan berarti," ujarnya dengan semangat.

Setelah itu, Ketua Bawaslu Bengkulu Tengah, Evi Kusnandar, S.Kep., mengambil alih panggung. Ia menjelaskan bahwa deklarasi ini adalah langkah awal untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat berperan aktif dalam menolak segala bentuk politik uang. "Kita harus bersatu untuk menciptakan lingkungan yang demokratis dan bebas dari pengaruh buruk," katanya.

Acara ini juga dihadiri oleh Unsur Forkopimda Bengkulu Tengah, Ketua PMI Bengkulu Tengah, ketua partai politik, dan kepala desa se-Kecamatan Pondok Kubang dan Pondok Kelapa. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa gerakan ini bukan hanya milik Bawaslu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Merespons antusiasme yang tinggi dari masyarakat, Evi mengajak semua yang hadir untuk menandatangani deklarasi sebagai bentuk komitmen.

Dengan penuh haru, para peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, dan warga desa berbaris untuk menandatangani spanduk besar bertuliskan "Kami Menolak Politik Uang". Sorak sorai dan tepuk tangan menggema di lapangan, menandakan dukungan dan tekad kuat masyarakat untuk menolak praktik yang merugikan tersebut.

Setelah penandatanganan, acara dilanjutkan dengan penyampaian pesan dari perwakilan pemuda desa. Dengan berapi-api, ia mengajak teman-temannya untuk aktif berpartisipasi dalam pemilu dan menjaga integritas suara mereka. "Kita adalah generasi masa depan. Jangan biarkan politik uang merusak harapan kita!" serunya.

Acara ditutup dengan doa bersama, harapan agar komitmen ini dapat membawa perubahan positif bagi desa dan Kabupaten Bengkulu Tengah secara keseluruhan. Semua yang hadir merasakan semangat persatuan dan tekad untuk membangun demokrasi yang lebih baik.

Hari itu, di Dusun Baru I, bukan hanya sekadar deklarasi, tetapi sebuah langkah awal menuju perubahan. Masyarakat yang telah berkomitmen untuk menolak politik uang, kini bersatu dalam satu suara, berharap untuk masa depan yang lebih cerah dan lebih baik bagi generasi mendatang. (ADV)

Article Type