Inspirasinews.co.id - Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Sungai Penuh terus menunjukkan kinerja yang baik dibidang peternakan dan perikanan, guna menjamin ketersediaan Daging dan ikan bagi masyarakat Kota Sungai Penuh Dinas Peternakan dan Perikanan memasang target sebesar 10.10 persen perkapita pertahun peningkatan konsumsi daging dan 36 Kilogram Perkapita Pertahun untuk konsumsi ikan bagi masyarakat Kota Sungai Penuh. Dalam usaha tersebut Pihak Disnakkan Sungai Penuh melaksanakan sejumlah program untuk peningkatan sektor peternakan, usaha pihak Disnakkan Sungai Penuh, beberapa tahun belakangan sangat efektif terbukti dengan raihan Peringkat pertama tingkat provinsi Jambi pada tahun 2023 sebagai capaian pelaksana SIKOMANDAN Dalam hal percepatan peningkatan Populasi ternak Sapi dan Kerbau.“ Pada tahun 2023 ini menargetkan pelaksanaan SIKOMANDAN dengan menggenjot pelaksanaan Inseminasi Buatan ( kawin suntik,red) dengan tingkat kelahiran ternak besar khusus nya sapi sebesar 621 ekor dan pada saat ini ( oktober, red) telai tercapai sebesar 110 %.

Selain itu, lanjutnya keberhasilan lainnya yang diraih Disnakkan Sungai Penuh adalah Tahun ini telah berhasil Melakukan terobosan Kampung Perikanan yang terbukti dengan telah keluarnya Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 111 Tahun 2023 yang berada di 5 desa Kecamatan Hamparan rawang dan Kec. Tanah Kampung. Program lainnya adalah
Penyerahan Bantuan Bukdikdamber Kepada 17 orang tua dan anak yang beresiko Stunting sebanyak 50 Paket
Pelaksanaan Sosialisasi Gemarikan bagi 50 anak Sekolah Dasar
Pelatihan Pengelolaan Produk Perikanan sebanyak 20 Peserta di wilayah Kampung Perikanan
Selain itu 3 Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yaitu
(1) UPTD Rumah Potong Hewan (RPH)
(2) UPTD Balai Benih Ikan Kota Sungai Penuh dan (3) UPTD Puskeswan mendukung untuk pelaksanaan program / kegiatan. Dinas Petrnakan dan Perikanan pada tahun ini dipercayakan sebagai Pilot Project Penanggulangan Bahaya Rabies Tingkat Provinsi Jambi, Sebagai bentuk keseriusan Kota Sungai Penuh dalam Penanggulangan Penyakit Asal Hewan yang sangat berbahaya ini, Kota Sungai Penuh harus lebih giat lagi dalam hal bekerja bagaimana pemahaman masyarakat terkait kebiasaan hidup sehat.

“ Sejumlah Pencegahan dan Penaggulangan Penyakit Ternak dilaksanakan pihaknya,diantaranya Pemeliharan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Menular Ternak, dengan vaksinasi rabies SE sebanyak 2500 ekor, dan pemeriksaan kesehatan pada anjing yang terjangkit penyakit endemic dengan eliminasi anjing, kucing dan kera liar /tidak diketahui pemiliknya serrta sekaligus melaksankan pengawasan Mutu Daging Hewan , “ sebutnya .
Ditambahkannya untuk Sektor perikanan ada dua aspek fokus pihaknya, yakni Peningkatan Konsumsi Ikan perkapita yang ditargetkan sebesar 36.5 Kg/Kapita/Tahun Realisasi tingkat konsumsi ikan dikota sugai penuh yang saat (data Oktober 2023,red) telah mencapai 36 kg/kapita/tahun Angka ini memang belum mencapai target nasional sebanyak 40.80 Kg/ kapita/tahun. Aspek kedua adalah capaian Produksi perikanan sampai akhir September 2023 jumlah produksi perikanan sebesar 442.681 Ton dengan target daerah sebesar 327.24 ton/ Tahun Tetapi fakta dilapangan capaian konsumsi ikan dan jumlah Produksi melebihi angka tersebut.
“ Usaha yang dilaksankan dibidang Perikanan yakni dengan Percapatan Peningakan produksi benih di Balai Benih Ikan Lokal (BBI) Disamping itu pembinaan Unit Pembenihan Rakyat (UPR) yang tersebar di kecematan dalam kota sungai penuh sebagai sarana prasarana pelatihan dan sebagai wadah sinkronisasi antara kegiatan perikanan rakyat dengan pemerintahan terkait, “ katanya dia berharap dengan adanya BBI segala kegiatan pembangunan perikanan Budidaya perikanan dapat tumbuh penangkapan kegiatan penangkapan di perairan umum juga dapat lestari karena adanya restoking dari BBI serta kegiatan pascapanen dapat terpenuhi bahan bakunya. Bahkan sejak tahun 2018 hingga saat ini telah di perbantukannya penyuluh aparatur perikanan dari pemerintah pusat telah mampu membentuk 128 Pokdakkan yang tersebar di 8 kecamatan. Selain itu disnakkan juga telah membangun Unit Pengolahan Ikan (UPI) sebanyak 30 unit yang melakukan usaha pengolahan ikan lele berupa salai lele dan secara rutin melakukan pembinaan terhadap kelompok yang bergerak di bidang pengholahan pengeringan belut dan pembuatan bahan olahan dari ikan. pembinaan nelayan berupa rumah tangga perikanan (RTP) sebanyak 350 orang juga dilaksanakan.
Fokus yang akan dilaksanakan 2024 -2025 yaitu dengan mengoptimlakan program / kegiatan pemanfaatan Jerami sebagai bahan baku pakan ternak dan mengoptimalkan dan melajutkan pembangunan fisik balai benih ikan (BBI) melakukan pembinaan langsung kepada Kelompok tani / ternak dan Gapoktan
Usaha pengembangan perikanan yang dilaksanakan oleh dinas peternakan dan Perikanan cukup menunjukan cukup menunjukan hasil yang baik hal ini terbukti dengan peningkatan produksi perikanan budidaya dan perikanan tangkap setiap tahunnya.
Pada sektor peternakan fokus utama diantaranya dengan melanjutkan pembangunan Pasar Ternak dan Unit Pelaksanaan Perbibitan Ternak (UPT) unggul sapi potong. Sebagai bagian pencanangan kampong ternak dimana Keberadaan unit perbibitan ternak Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Sungai Penuh diharapkan dapat menghasilkan sumber bibit baru sapi potong yang efektif untuk Mensukseskan pelaksanaan UPT tersebut pemerintah pusat tahun ini merencanakan untuk membantu dalam bentuk Hibah sebanyak 25 ekor Sapi Betina Induk Unggul untuk Unit Perbibitan di Kota Sungai Penuh tersebut yang pada giliran nantinya dapat didistribusikan kepada masyarakat melalui kelompok tani ternak. Pengembangan melalui dana daerah (APBD II) juga telah dilaksanakan dalam bentuk pembangunan sarana fisik yaitu pembangunan kandang induk,(phl).

