Ciptakan Perayaan Natal 2024 Aman dan Kondusif, Subdit Sosbud Bersama Elemen Mahasiswa Laksanakan Kegiatan FGD

  • https://vpsforexindonesia.com/
  • https://vpsforexindonesia.com/
.

Bengkulu, Inspirasinews.co.id - Forum Group Discussion (FGD) Forum Subdit Sosbud dan elemen mahasiswa yang digelar di Room Hotel Willo Penurunan Kota Bengkulu diharapkan dapat menjadi wadah bagi semua pihak untuk saling berbagi pemikiran, pengalaman dan ide dalam merawat keberagaman menjelang Nataru 2024.

"Dengan adanya kerja sama dan pemahaman yang kuat antar-umat beragama, diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun masyarakat yang berdampingan secara harmonis tanpa memandang perbedaan agama, suku, atau budaya," Kata Ps. Kasubdit Sosbud AKP Totok dalam sambutan pada kegiatan tersebut, Sabtu 21 Desember 2024.

Kerukunan umat beragama merupakan suatu hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, hormat menghormati, dan saling menghargai kesetaraan. Kata pengurus FKUB Bengkulu dalam penyampaian materinya.

.

Dia mengatakan, sedangkan moderasi beragama merupakan suatu cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama.

"Dengan tujuan melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum, sebagai upaya untuk mensinergikan serta mewujudkan kerukunan yang lebih baik," katanya.

Sementara itu, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bengkulu pada kesempatan tersebut menyampaikan materi mengenai upaya Kemenag dalam menjaga kerukunan dan toleransi, sebagai upaya pemersatu bangsa menuju perayaan Nataru 2024 yang aman dan damai.

Dia mengatakan, moderasi beragama merupakan program prioritas Kementerian Agama (Kemenag) RI, dan ini memunculkan Peraturan Presiden Nomor: 58 Tahun 2023, sehingga moderasi beragama bisa diterapkan di negara Indonesia.

"Moderasi beragama ini adalah cara pandang, cara bersikap dan mengimplementasikan agama kita dengan cara sebaik-baiknya tanpa menghina tanpa memandang agama kita masing-masing," katanya.

Selain itu Sdr. Wibowo Susilo dalam penyampaian materinya menekankan peran generasi Z dalam menolak berita hoax dan ujaran kebencian serta lebih bijak dalam menggunakan medsos.

Media sosial adalah tempat yang memberikan kebebasan untuk ber-ekspresi tanpa batas, tetapi juga kebebasan ini memerlukan tanggung jawab etis dari penggunanya. Gen Z, sebagai generasi yang banyak sekali menggunakan media sosial, perlu untuk mengerti,memahami dan menerapkan prinsip-prinsip etika digital. Prisnsip etika digital ini mencakup seperti menghormati privasi orang lain, penggunaan Bahasa yang sopan dan positif, dan kejujuran dalam menyampaikan informasi atau tidak menyebarkan informasi hoaks. kata Wibowo Susilo Ketua SMSI Bengkulu.

Pada kesempatam berikutnya perwakilan MUI Bengkulu menyampaikan materi tentang menemukan keseimbangan dalam kehidupan dengan menjaga kerukunan dalam kehidupan sehari hari.

MUI memiliki peran yang lebih besar dalam menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia,

Kerukunan dan toleransi merupakan pondasi dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

Dengan dilaksanakannya kegiatan hari ini, semoga perayaan Nataru 2024 berjalan dengan aman, damai dan kondusif, ucap Ps. Kasubdit Sosbud dalam sambutan penutupnya.

Category
Article Type