Ponpes Tahfidz Abdurahman Al-Fatih Bengkulu Tegaskan Sikap Tolak Paham Radikalisme dan Hoaks

  • https://vpsforexindonesia.com/
  • https://vpsforexindonesia.com/
Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Abdurahman Al-Fatih Bengkulu

Bengkulu, Inspirasinews.co.id – Pondok Pesantren Tahfidz Abdurahman Al-Fatih Kota Bengkulu mengajak para santri dan tenaga pendidik untuk menolak paham radikalisme, ujaran kebencian, serta berita bohong (hoaks) yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Ponpes Tahfidz Abdurahman Al-Fatih

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan tausyiah agama bertema “Dari Masjid Menuju Peradaban Dunia” yang digelar pada Selasa (10/3) di lingkungan Ponpes Tahfidz Abdurahman Al-Fatih Bengkulu dan diikuti para santri, santriwati, serta pengurus pesantren.

Pimpinan Ponpes Tahfidz Abdurahman Al-Fatih, Ustadz H. Ilham Rahmatun Putra, S.Th., M.Ag mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat di kalangan santri di tengah perkembangan isu global yang kerap membawa narasi agama.

“Kami mengajak seluruh santri dan tenaga pendidik untuk bersama-sama menangkal paham radikalisme, berita hoaks, serta ujaran kebencian yang berpotensi memecah persatuan masyarakat,” kata Ilham Rahmatun Putra saat menyampaikan tausyiah.

Ia menegaskan, pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter santri yang berakhlak, moderat, serta mampu menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat.

Dalam tausyiah tersebut, para pemateri juga mengajarkan nilai tawasuth atau sikap moderat dalam beragama, yakni tidak bersikap ekstrem dan tetap berada di jalan tengah.

Menurut Ilham, sikap tawasuth menekankan pentingnya toleransi serta saling menghargai perbedaan pendapat dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kami mengarahkan para santri agar menjadi duta rahmat dengan menyebarkan kasih sayang dan kebaikan, bukan menjadi duta laknat. Santri juga diingatkan agar tidak mudah terprovokasi oleh isu global yang membawa narasi agama,” ujarnya.

Selain Ilham Rahmatun Putra, tausyiah tersebut juga menghadirkan KH. Irham Hasyimi, Lc., M.Pd sebagai pemateri yang memberikan penguatan nilai-nilai keislaman yang moderat kepada para santri.

Usai kegiatan tausyiah, pimpinan dan pengurus pesantren melaksanakan buka puasa bersama sekaligus membagikan bantuan sembako kepada masyarakat di sekitar lingkungan pesantren serta kepada para tenaga pendidik.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antara pesantren dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial di bulan Ramadhan.

Article Type