Jakarta, Inspirasinews.co.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan ekonomi dunia melalui pengembangan ekonomi syariah. Dengan populasi muslim terbesar kedua di dunia, Gibran menilai Indonesia berada dalam posisi strategis untuk memimpin industri halal global.
“Sebanyak 245 juta penduduk Indonesia adalah muslim. Artinya, kekuatan pasar ada di tangan kita, di negeri kita sendiri,” ujar Gibran melalui kanal YouTube resminya.
Ia menyebut penguatan sektor ekonomi syariah bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata untuk mencapai cita-cita Indonesia sebagai negara maju. Fokus pengembangan diarahkan pada sektor keuangan syariah, industri makanan dan minuman halal, fesyen muslim, kosmetik halal, wisata ramah muslim, hingga konten hiburan bernuansa Islami.
Gibran juga mencatat bahwa Indonesia telah berada di posisi tiga besar dalam Global Islamic Economy Index 2024, dan ekspor produk halal nasional terus tumbuh dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 7 persen selama enam tahun terakhir. Bahkan, 15 dari 30 perusahaan produsen halal terbesar dunia berasal dari Indonesia.
“Ini menunjukkan potensi besar kita dalam industri halal. Tapi kita belum menjadi pemain utama dalam rantai pasok halal global. Saat ini Indonesia masih berada di peringkat kedelapan sebagai eksportir produk halal dunia,” jelasnya.
Menurutnya, tren halal lifestyle kini telah menjadi gaya hidup global yang menarik perhatian tidak hanya dari negara-negara muslim, tetapi juga dunia internasional.
Pada 2022, pengeluaran konsumen muslim global mencapai 2,3 triliun dolar AS, dan diperkirakan melonjak menjadi 3,1 triliun dolar AS pada 2027. Dari jumlah tersebut, sektor makanan dan minuman halal menyumbang porsi terbesar sebesar 43 persen, disusul fesyen muslim sebesar 23 persen.
“Inilah yang sedang dibidik oleh banyak negara. Kita tidak boleh tertinggal. Kita harus maksimalkan potensi lokal untuk mengambil peluang pasar syariah global,” tegas Gibran.
Prabowo: ASEAN dan GCC Mitra Strategis dalam Industri Halal
Dalam kesempatan terpisah, Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya kerja sama antar kawasan dalam sektor halal. Saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-2 ASEAN-GCC di Malaysia, Selasa (27/5/2025), Prabowo menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara ASEAN dan Gulf Cooperation Council (GCC).
“ASEAN dan GCC adalah mitra alami dalam industri halal. Kita harus berkolaborasi untuk harmonisasi standar halal dan memiliki mekanisme saling mengakui sertifikasi halal antar negara,” ujar Prabowo dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden.
Ia menyambut baik rencana studi kelayakan pembentukan kawasan perdagangan bebas ASEAN-GCC, mengingat nilai perdagangan antar kedua kawasan masih tergolong rendah, yaitu hanya sebesar 120 miliar dolar AS pada 2023.
Prabowo juga mendorong pembentukan jaringan bisnis antar pelaku usaha ASEAN dan GCC untuk memperkuat hubungan dagang dan investasi. Menurutnya, kerja sama di sektor halal harus menjadi prioritas bersama guna mewujudkan masa depan ekonomi yang menjanjikan dan berkeadilan.
Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © INSPIRASINEWS 2025

